Monday, August 3, 2015

Operasi sesar bius total (Karagia's Family)


*Sumber: ayahbunda disadur dgn pengalaman pribadi
Prosedur pertolongan pertama, bonding denganbunda dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD),  adalah tiga hal yang paling dibutuhkan bayi setelah kelahirannya. Bahkan ibu pun membutuhkan hal itu, sebab pemberian ASI sesegera mungkin akan membantu memunculkan kontraksi rahim sehingga mencegah terjadinya perdarahan abnormal, dan adanya bonding dengan bayi memudahkan ibu beradaptasi dengan peran baru. Namun pada persalinan sesar, banyak ibu khawatir tidak bisa melakukan IMD dan tidak bisa lekas bonding dengan bayi. 

Pada operasi sesar dengan bius total, ibu mendapat anastesi narkose sehingga beberapa jam pascasesar tetap dalam kondisi kurang sadar baik apatis (kurang respon terhadap sekeliling, tidak ada kontak mata dan tidak fokus), somnolen (sangat mudah mengantuk dan tidur terus menerus) atau  sopor (tidak sadar atau tidur berkepanjangan). Hal ini dapat menyulitkan IMD dan bonding.

Pascaoperasi sesar ibu mengalami nyeri di perut sehingga sulit IMD.
Bayi yang dilahirkan secara sesar memiliki awal yang lebih berat. Apalagi jika  operasi  sesar dilakukan 1-2 minggu lebih awal dari masa kelahirannya. Bayi juga lahir tidak dengan usahanya sendiri, namun dipaksa keluar dari perut ibu. Hal ini dapat menyebabkan bayi membutuhkan perawatan intensif  di Neonatus Intensive Care Unit  (NICU) sehingga tidak bisa IMD dan bonding dengan ibu.
 
Rencanakan Sesar Anda
Diagnosa awal sesar sebenarnya dapat diketahui sejak sedini mungkin, paling tidak sejak trimester ketiga kehamilan, misalnya karena panggul ibu sempit sehingga tidak bisa dilewati kepala bayi,  ibu menderita plasenta previa yang menutup jalan lahir, posisi bayi sungsang, bayi kembar dua atau lebih, ibu menderita penyakit infeksi pada jalan lahir yang dapat menulari bayi, dan sebagainya. 
Hanya saja, memang, ada dokter kandungan yang bersikap optimistis, sehingga pada kasus-kasus yang memungkinkan masih bisa bersalin alami, dokter ingin menunggu sampai hari H, bahkan hingga detik-detik terakhir, untuk memutuskan sesar atau tidak. 

Yang bisa Anda lakukan:
1. Ketahui apa yang akan terjadi. Manakala dokter menyatakan ada indikasi bersalin sesar, segera cari informasi apa yang terjadi, baik dari dokter yang bersangkutan, second opinion dari dokter lain, maupun  dari berbagai  referensi. Dari sini Anda bisa mempertimbangkan seberapa besar peluang sesar, apakah bisa dihindari atau memang musti dihadapi dan direncanakan.

2. Lakukan pembicaraan awal dengan pihak klinik sejak minggu ke-30 dan 33.  Kumpulkan semua pertanyaan penting yang ingin Anda ketahui jawabannya, misalnya berapa biaya sesar, bagaimana prosedur tindakannya, anastesi apa yang digunakan dan bagaimana efeknya, apa yang terjadi pada bayi, apakah bisa IMD, apakah bisa rawat gabung, dan berapa lama perawatan pascasesar di rumah sakit. Lakukan juga survey ruang operasi agar tidak asing.  

3. Sampaikan kekhawatiran Anda,  misalnya takut dibius, takut nyeri,  masih kurang yakin ingin disesar dan lain-lain.  Jika mungkin, minta pihak rumah sakit untuk menunggu terjadinya kontraksi  karena Anda ingin berusaha bersalin spontan. Umumnya rumah sakit tidak menyukai inisiatif ini, karena operasi sesar yang terencana itu lebih praktis, singkat dan lebih mahal biayanya. Tapi pada akhirnya, semua kembali pada hak pasien dan rumah sakit harus fokus pada Anda dan proses persalinan.

4. Memilih pendamping persalinan seorang bidan adalah ide bagus jika sesar tak bisa ditawar.  Bidan memiliki keahlian medis untuk memastikan Anda dan bayi tetap bisa IMD, bayi tetap mendapat kolostrum pada hari-hari pertama, ASI bisa keluar sehingga bayi tidak mendapat susu formula, hingga memastikan terjadinya bonding ibu dengan bayidalam situasi tersulit sekali pun.  Bidan umumnya  juga memiliki lobi yang baik dengan rumah sakit manakala terjadi “konflik” antara kebijakan rumah sakit dengan keinginan Anda. 

5. Namun, persiapkan juga suami untuk mendampingi Anda menjalani sesar dan pascasesar. Suami sebaiknya mengambil cuti kerja seminggu  untuk membantu masa pemulihan Anda.

Hore, Tetap ASI Eksklusif!
• Minta anastesi lokal saja sehingga mati rasa hanya di pinggul ke bawah.  Dengan begitu Anda tetap sadar pascasesar dan bisa IMD atau memeluk bayi. 

• Ketahui penyebab nyeri dan minta penawarnya. Misalnya, nyeri perut terjadi akibat ada luka bekas sayatan, pemasangan kateter meski tak nyaman tetapi membantu Anda BAK sehingga tidak terjadi retensi kandung kemih, kembung terjadi sebelum bisa buang gas spontan. Mintalah penawar nyeri baik obat, teknik pernapasan atau mengubah posisi.

• Sesuaikan aktivitas breastcare, menyusui  atau memerah ASI dengan kondisi post-op.  Anda bisa berbaring miring setelah 2 jam post op, duduk di hari yang sama,  bangun dari tempat tidur setelah 24 jam, dan pulang ke rumah setelah 5-7 hari, jika semua lancar.

• Perah ASI dan berikan lewat pipet atao sonde jikabayi mengalami kesulitan adaptasi pernapasan sehingga musti dirawat di NIC

Agar Lekas Bonding
Kedekatan adalah yang paling dibutuhkan oleh seorang ibu dan bayi setelah kelahirannya. Kata bonding yang memiliki arti “ikatan”, musti dikembangkan oleh orang tua pada bayinya yang baru lahir.  Untuk itu dibutuhkan kontak yang tak terganggu dan tak berhambat, tepat setelah proses melahirkan. 
 
Jika Anda bersalin sesar, tetaplah mengusahakan kontak kulit dengan bayi dengan cara memeluknya.  Frekuensi detak jantung Anda akan menenangkan bayi. Begitu dipeluk, tubuh bayi akan memproduksi “hormon cinta” oksitosin yang mengubah sistem pencernaan bayi, sehingga bahan makanan yang masuk ke tubuhnya dapat dicerna dengan baik, sehingga berguna  bagi perkembangan berat badan.
Bagi bunda, skin to skin contact dengan bayi akan mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, merilis hormon oksitosin yang membantu produksi ASI, merilis hormon endorfin yang mengurangi rasa sakit dan memunculkan eforia luar biasa.  Seketika ibu akan merasa senang dan kompeten untuk menerima bayinya, sehingga bonding membuat menyusui menjadi lebih mudah.

Masalahnya, mungkinkah menciptakan bonding di ruang operasi yang dingin, silau, berisik, dan bau obat? Bagaimana dengan efek obat bius, rasa sakit dan ketidaknyamanan yang ibu alami? Ini semua dapat membuat bonding tertunda hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari. 














Tumbuh kembang bayi usia 2 bulan (Shenasaliha Karagia Imom)


*sudah mulai berCeloteh babytalk 'ebhuu bhu bhuu.."
*sudah mulai senyum
*sudah mulai Ketawa
*sudah bisa melihat benda2
*Maen ludah
*Isep tangan
*Asik maen liatin tangan
*Cekikikan
*Becanda
*jam bobo malam nya, saat azan magrib.. Nangisnya supeeeeerr banget bikin semua panik.. Bisa pules kalau nenen sambil boboan di kamar, lampu diredupin, suhu udara di ademin, tenang.
*control ke dr.waldi tgl 27 juni 2015 dengan berat badan 5,8kg & lingkar kepala 3,8. Tindakan vaksin DPT ke 1

Friday, July 31, 2015

Dua bulan

Celoteh
Senyum
Ketawa
Liat
Maen ludah
Isep tangan
Asik maen liatin tangan
Cekikikan
Becanda

Tumbuh kembang bayi usia1 bulan (Shenasaliha Karagia Imom)

*Menoleh atau melihat ke arah datangnya suara..
*Masi menggunakan insting nya, seperti Menatap mesra mamahnya kalo lagi mimi&mam..
Klo di foto menatap kamera..
Mengisap benda yg menempel atau dekat dengan mulutnya..
Menggenggam jari mamah & papahnya..
*control dr.waldi tgl 23 mei 2015 dengan barat badan 4kg, lingkar kepala 37. Dengan tindakan vaksin BCG. Dokter menganjurkan agar BB shena ditambah lagi masih masuk dalam kategori kurang. (Biasa siiihh tapi jleb banget..) Balik dari control langsung program penyehatan bayi shena

Monday, May 11, 2015

Konsultasi ASI untuk ibu yang baru Melahirkan di Kelas lactasi oleh dr.dwi rasyanti, SpOg di Rs.Haji Jakarta (Karagia's Family)

Nganterin sang inang kelas lactasi dgn sang dokter obgyn yg membantu melahirkan dd shena..

(Deg2an brasa disetrap sama bu dokternya gegara waktu control pertama, saat lepas perban jaitan gak bawa shena tuk belajar nge-asi yg baik & benar, alhasil disuru balik lagi daahh..bawa shena tuk belajar cara nge-asi yg enjoy emoy-asooyy gebooyy seremoymoy..)

See what i said:
Gak selamanya kaann.. Dokter BPJS kya yg dibilang petugas kesehatan puskesmas kel.ciracas
(Gk profesional bla..bla..bla)
*mungkin doi sedang membicarakan dirinya sendiri, atau membicarakan org2 yg sering dijumpainya namun setipe dgn dirinya supaya dirinya instropeksi & belajar tuk merubahnya..

Ni buktinya: dokter BPJS + pelayanan Rumah sakitnya nya oke bgt gak Seperti yg disuuzonin ma orang2 yg hobi nya suuzon..
 
Yaaa..intinnya kami yakin bahwasanya Allah Sang Maha Menepati Janji pada hambaNya yg menjunjung tinggi rumus:
Permudahkanlah urusan saudara mu, maka Allah akan mempermudah urusan mu..

#happymomy
#happybusui

Terimakasi untuk our imom..
suami sekaligus papahnya shena
Yg selalu siaga untuk kami..
Pagi2 udah semangat banget ajak shena jalan2 ke luar rumah tuk memperdengarkan shena suara jangkrik, ayam & burung2..
Lalu siap2 ke kantor di jam2 mepet absen, jam 8 sang papah jalan ke kantor alhamdulillah dapet absen di jam 8 lewat 5 menit.
Siangnya, papah Imom dapet tugas tuk nyetak spanduk untuk pelantikan di kantornya+ngeprint kartu ucapan buat di kotak makan untuk acara syukuran kelahiran dd shena di kantor papah (pengadilan agama jakarta timur).
 rencana awalnya sehabis nyetak spanduk+ngeprin kartu ucapan sang papah ke rs.haji buat daftarin sang mamah tuk kelas lactasi di dr.obgyn doker yanti..biar dapet nomor awal.. Eh doi malah minta izin tuk balik cepet tuk nganterin mamah+shena ke Rs.haji (keganjenan emang si papah niiihh.. Pengen bet eksis di idup kitaaa ya deekk.. Hhehehee alhamdulillah).
Jam 12 kurang misua tiba di rs.haji dan dapet no.5 (subhanallah..pdahal pembukaan pendaftaran ajah jam 12 siang) ni belum jam 12 siang tp Udah dapet no.5 ajah..
Selesai daftar di rs.haji misua cuss.. Ke rumah makan sunda langganan orang kantornya di setu cipayung tuk kasi kartu ucapan supaya dimasukan ke dalam box makanan yg diorder Papah buat kantornya..
Setelah itu papah jemput kami di rumah tuk memboyong kami ke Rs.Haji..

Dr.yanti dgn semangat & sigap mengajarkan cara asik nge-asi
Kehebohan kami mengundang para suster yg berjaga di depan ruangan bergantian masuk untuk nontonin kehebohan kami..
Hahahhaha..
Dd shena yg lg asik bo2 anteng harus ikutan heboh saat lagi praktek langsung nge-asi yg asik..
Setelah udah dapet konsep nge-asi yg asik, dd shena lanjut pulleeessss bo2 nyaa..
Shena jd enjoy nyusunyaa..
Sang papah imom gede banget pun asik menyimak sembari sigap mendokumentasikan ilmu yg ok banget dari dr.yanti..
Terimakasi dr.yanti...
Jasa mu pada kami tak terhingga sepanjang masa..
Hanya keberkahan dari Allah sbg balasan yg pantas untuk kebaikan dr.yanti pada kami..

Semoga Allah S.W.T memberikan keberkahan untuk kita semua..
Aaamiin..

Saturday, May 9, 2015

*Rangkuman Aktivitas Minggu ke IV pada Cuti 1bulan Sebelum Melahirkan

13 April - 19 April 2015

Kontrol pertama kali pada anak setelah operasi sesar oleh dr. Slesialis anak solihin di rs.haji jakarta (Shenasaliha Karagia Imom)

Dikarenakan dr.ismail (dr.spesialis anak yg menyaksikan kelahiran shena) sedang izin tdk praktek dikarenakan sedang dirawat, maka untuk ke2 kalinya kunjungan shena ke rs.haji untuk control, maka shena diarahkan oleh petugas di sana u/ ke dr.solihin

Control perdana ini shena di vaksin polio
Pertanyaan yg kami konsultasikan adalah tentang kolik pada bayi yg baru lahir
Okehh fix..
Kami sepakat u/ control rutin dd shena gak di rs.haji jakarta lagi, dikarenakan terlalu jauh, & lama menunggu..
Kasian dd shenanya..
Kami spakat u/ control rutin atau pun u / vaksin dd shena di dr.spesialis anak terdekat dari rumah.. Supaya lebih nyaman & evisien..
(Kami masi ikhtiar cari2 yg cocok & ok dalam sgala hal)
Di minggu pertama ini, berat badan dd shena turun 1gr sejak dd shena dilahirkan..
Saat dilahirkan 3,3gr. Diminggu pertama ini 3,2gr Alhamdulillah.. Masi dalam kategori normal..