Monday, August 15, 2016

Ulasan Film Horor BABADOOK & Baby Blues syndrome

Inilah kenapa aye bilang pelem BABADOOK itu seremnya kelewatan, bahkan menjadi pelem terhoror di seantero alam semesta.
Why???? coz itz real & near from us!!!!!

Before nonton, misua bilang : kata yg udah nonton biasa ajah filmnya cerita jg standar lah gk mikir2 amat n gak bikin kepikiran hantunya jg gk serem2 amat... jadi rada males nontonnya (alhasil dientar2in muluk nonton ininya)

After :  INTINYA FILM HOROR INI serem nya melebihi pelem2 horor diseantero alam jagat raya. Isi ceritanya? Bikin Mikir dan kepikiran. Hantunya? REAL.

Catatan dari gw:
Jangan remeh kan atau melewatkan film ini sebelum anda tersadarkan dgn penyesalan mendalam yg berkepanjangan. Pokoknya Wajib nonton bagi setiap umat manusia laki2 &perempuan sekaligus laki2 yg keperempuanan atau perempuan yg kelaki2an. WHY? Karena film ini menceritakan ttg kita ya... kita... anda & masa depan anda atau malah anda sendiri yg sedang ada di dalam film ini bahkan bisa jadi anda pulak yg akan menciptakan film ini dgn versi lain

Kisi2 nya:
Ini pelem ttg baby blues kronis level Parah Akut bin ganas stadium akhir. Keren bgt yg bikin film ini pasti pake penelitian mendalam dlu nih buatnya, kerangkum dan tergambarkan semuanya.

Ingat!
Monster yg nyata adalah dirimu sendiri.. masa lalu dan masa depan mu adalah horor yg harus dihadapi bersama dgn keberanian jiwa & raga.

#hhiiisssmasihmerinding
#seremnyakelewatan

Nyok kita simak pelem BABADOOK dengan berbagai versi real yg pernah terjadi di bumi ini.... 

*Pernah baca artikel ini saat hamil serta mendiskusikannya dgn suami sampai mencapai mufakat berupa solusi & strategi kelak kalau mengalami. Then baru mau shere artikel ini karena sudah membuktikannya sendiri, alhamdulillah.. Allah S.W.T telah menyiapkan solusi & strategi dibalik semua tantanganNya. Terimakasi tuk semua atas semua2nya.
Singkat cerita, kalau saya sempat mengalami dari sebelum sesar sampai sesudah sesar gk mau tidur karena takut 'keterusan tidurnya' sampe bisa memeluk anak saya, saya baru mau tidur yg ternyata jadi tidak bisa tidur karena pola tidur bayi shena yg masi beradaptasi, dan ternyata inilah pula lah yg menjadi pintu menuju level syndrom selanjutnya, setiap abis azan maghrib selalu ketakutan teramat takutnya yg gak bisa dijelaskan dgn kata2.. disusul dgn nangis... dan ekspresi suasana hati yg tak terkendali.. kadang biasa ajah, tenang... tiba2 tempramen.. mendadak melow total..begitu seterusnya sampe akhirnya kami bisa melalui tantangan itu dalam tempo sesingkat singkatnya.. Tuntas! alhamdulillah wasyukurillah wanikmatillah.. caranya??
®Saya dan our imom selalu saling mengingatkan untuk IKHLAS (1kata bermakna majemuk positif). Ikhlas menjadi Hamba Allah, ikhlas menjadi umat Muhammad Rasul Allah, Ikhlas menjadi Warga Negara Indonesia (dimana peraturan ttg ibu hamil & menyusui yg berlaku di negara ini belum seindah di negeri lain), ikhlas menjadi seorang anak dari kedua orang tua saya (lebih lengkapnya, baca artikel ttg berdamailah dgn masa kanak2 anda oleh ibunda psik elly risman sang ahli psikologh ternama) ikhlas menjadi seorang istri, dan kemudian ikhlas menjadi seorang ibu. Dari ilmu iklhlas ini penjabaran tindakan konkretnya tak kunjung usai, pun udah ada di berbagai artikel sejenis ini so IQRA.. IQRA... IQRA dengan atas nama Tuhanmu*

Yuk kita intip artikel yg lain nya...

:: Kisah Seorang Suami menghadapi Istri yang 'Gila' Usai Melahirkan ::

Seorang suami menuliskan pengalaman pribadinya ketika istrinya mengalami perubahan setelah melahirkan. Berikut kisahnya:
Perkenalkan, saya Topan Pramukti, bapak satu anak yang pernah menyaksikan istri berjuang melawan Post Partum Depression. Pernah dengar? Saya tidak akan menjelaskan secara teori, di sini saya hanya ingin memohon agar kalian duduk sebentar, luangkan waktu barang 10 menit untuk membaca cerita saya ini sampai habis. Saya mohon.

Namanya Bunga, seorang teman saya yang tentu bukan nama sebenarnya. Beberapa waktu lalu ia melahirkan anak pertamanya. Kalau kalian pikir dia sekarang sedang di puncak bahagia, kalian salah. Hari-harinya, saat ini, dilalui dengan penuh air mata dan rasa cemas. Berkali-kali dia harus melawan dirinya sendiri, saat pisau di dekatnya kerap dia todongkan pada bayinya. Berkali-kali pula dia nyaris kehilangan nyawa, sebab baginya, pilihan hanya dua: dia atau anaknya yang mati.

Suaminya kemana? Ada. Mereka tinggal satu rumah dan tidur satu ranjang. Hubungan mereka baik-baik saja dan keluarga mereka (kelihatannya) normal dan bahagia. Tak ada masalah, tak pula ada orang ketiga. Ekonomi keluarga sedang berada di titik baik, pun kesehatan, semua baik.

Namun Bunga tetap meneteskan air mata setiap hari, dia tetap sesenggukan, menangis, dan butuh pertolongan. Ibu muda itu sebisa mungkin menghindarkan pandangannya dari pisau atau benda tajam apapun, karena bisikan jahat itu bisa datang kapanpun dimanapun. Bunga selalu tidur membelakangi bayinya, karena untuknya, berhadapan dengan bayinya adalah drama yang berujung histeris semalaman.

Pasti Anda pikir, Bunga gila, ya? Bukan..Dia adalah ibu yang menderita Post Partum Depression.

Cerita lain datang dari Lala, lagi-lagi bukan nama sebenarnya. Satu dari lusinan perempuan yang menjadikan istri saya, tempat mencari pertolongan. Saya tak pernah mengenal perempuan ini, seperti saya tak pernah mengenal perempuan-perempuan pencari pertolongan lain yang berderet di daftar kontak hape istri saya. Yang saya tahu, ada seorang ibu muda tiba-tiba menulis pesan pada istri saya di Twitter. Meminta nomer hape karena dia butuh diselamatkan. Satu alarm yang membuat istri saya langsung memberikan kontak padahal belum kenal: dalam pesannya dia menyebut-nyebut Post Partum Depression.

Singkatnya, Lala dan istri saya berkomunikasi lewat aplikasi whatsapp. Lala mengaku sering mendapati tubuhnya membiru, dingin, dan gemetar. Dia seperti mau mati, katanya. Lala takut keramas, dia cemas saat bilas matanya harus tertutup, membuka mata dalam keadaan tak bernyawa. Lala takut keluar rumah, takut mati di jalan. Lala takut ketemu orang baru, takut dibunuh.

Lala gila, ya? Bukan.. Dia sama seperti Bunga, seorang ibu yang menderita Post Partum Depression.
Lala dan Bunga bukan cuma ada dua, mereka banyak. Istri saya kerap salah menyebut nama, saking banyaknya yang harus diladeni curhat. Saking banyaknya yang tiba-tiba menelpon sambil menangis jerit-jerit. Padahal sederet nama di kontak hape kami, hanya yang diantar takdir untuk menemukan kami, sebagai sebut saja: penyintas (survival) Post Partum Depression.

Lala dan Bunga punya satu kesamaan, mereka merasa gila dan tak ada seorangpun yang peduli dengan itu. Termasuk suami. Orang yang setiap hari ada di samping mereka, satu-satunya manusia yang mereka harapkan dapat mengerti kondisi mereka, bergeming tak peduli. Mereka melawan sendirian, berjuang sendirian.
Dua setengah tahun yang lalu, istri saya adalah Lala dan Bunga. Ia pernah nyaris membunuh bayi kami. Dia pernah hidup berhari-hari di kolong kasur karena takut mati. Saya, pernah menganggapnya sakit jiwa. Saya pernah memilih diam tidak peduli. Ia pernah berjuang melawan Post Partum Depression, sendirian.

Tapi di tengah perjuangannya, dia melawan dengan sangat keras. Dia mengumpulkan artikel-artikel tentang Post Partum Depression dan memberikannya pada saya, memohon agar saya membacanya seperti yang saat ini saya lakukan pada kalian.

Istri saya menekuk lutut, mengatupkan tangan, menangis, dan memohon sejadi-jadinya agar saya mau membaca dan memahami kondisinya saat itu. Karena dia tahu, hanya saya yang bisa membantunya berjuang melawan. Menurutnya, hanya saya yang mampu menyelamatkan nyawanya dan bayi kami.

Dia memeluk saya kencang, meminta setulus yang dia bisa, membasahi dada saya dengan air matanya, membiarkan hati kami yang bicara. Saat itu, dia mungkin tahu, tak ada satu katapun yang dapat meluluhkan hati saya. Belum banyak pengetahuan soal Post Partum Depression beredar di masyarakat, tak ada banyak teori yang bisa dia sodorkan untuk saya. Di mata saya, dia sakit jiwa.

Dia cuma punya mata basah dan hati yang meluluh paling luluh, tanpa bicara dia memohon, dengan sangat. Hati tetaplah hati. Mata saya ikut basah, kami berpengangan tangan dan berjuang bersama-sama.

Kami, berdua, melewati hari-hari paling sulit. Saat dimana keuangan keluarga carut marut, bayi kami merindukan ibunya, pekerjaan yang menumpuk, dan istri yang terus hidup di kolong kasur sambil menangis menggerung-gerung. Kondisi istri saya semakin tak terkendali, sudah tak dapat dihitung berapa kali tinju yang dilayangkannya ke tubuh saya, tembok yang dipukuli, dan pintu yang dibanting.

Kami berdua, menjalani titik rumah tangga paling rapuh. Andai saja saya memilih menyerah, mungkin saat ini kami tak lagi bersama. Mungkin istri atau bayi saya sudah pergi menghadap Gusti Allah, atau kami bertiga sedang menjalani hidup masing-masing yang entah seperti apa hancurnya. Andai saja waktu itu saya memilih menyerah, tetap tidak peduli, rumah tangga kami berakhir sudah.

Kepada para suami, dimanapun kalian…

Post Partum Depression adalah serangan depresi yang menyerang ibu paska melahirkan. Pintu masuknya, adalah depresi yang lebih ringan, atau terkenal dengan nama Baby Blues. Faktanya, 80% ibu yang baru melahirkan MENGALAMI BABY BLUES. Jadi mari kita simpulkan, bahwa Post Partum Depression sangat mungkin terjadi pada siapapun, termasuk istri-istri kalian.

Saya mohon, dengan sangat, kalau sampai itu terjadi, tetaplah di sana. Tetaplah di sisi perempuan yang kalian ikat dengan janji suci, peluk dia erat-erat, dan ikutlah berjuang. Bertahanlah, wahai para Ayah… Saya bersumpah atas nama Tuhan, bahwa Post Partum Depression bukanlah hal yang mudah untuk dilewati sendirian. Perempuan yang memelukmu sambil berurai air mata, benar-benar butuh pertolongan. Sangat membutuhkan.

Cari sebanyak-banyaknya artikel tentang depresi ini, konsultasikan pada dokter atau ahli, genggam tangannya erat, terus berjalan dan menangkan perjuangan ini. Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia.

Salam,

Topan Pramukti
www.pungkyprayitno.com — di Desa Sukamaju, Megamendung.

Monday, August 8, 2016

Pro Kontra Pemangkasan Anggaran Biaya Belanja Pegawai

Fotonya memang enggak sedep dipandang...
Tapi dibalik foto sepi sunyi akuh sendiri ini begitu banyak yg dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

Yak suasana ini bagai the javu ke zaman dahulu kala..dimana anggaran belanja pegawai negara begitu berlimpah ruahnya..

Kalo Buat Temen2 pegawai baru suasana tidak ada kehidupan kayak gini sangat aneh..

Tapi Buat para senior kantor dan jemputan full tim itu justru aneh krn gak ada tanda2 'kehidupan' dompet  heheheee..

Dahulu wkt zaman masi muda belia namun pacar tak punya saat moment sepi di kantor ramai di hotel2 pernah berkata dalam doa, "ya Allah...nanti gimana yaaa.. klo hamba punya anak... bisaaaaaaa gak yaaakk hamba menjalaninya?"

Then...
Alhamdulillah... campur tangan Allah tuk menjawab pertanyaan saya sungguh sangat unik..

Melalui era nya pak jokowi diawal kepemimpinannya.. Alhamdulillah dgn cukup kunfayakun... Allah memberlakukan "PNS dilarang berkegiatan di Hotel" (saat itu saya baru melahirkan)

Dari kebijakan itu, kontranya: kasian sama yg bekerja dan yg kerjaanya berhubungan dgn hotel, ketring dan transportasi pasti keguncang banget keuangannya.

Tapi dibalik itu ada hikmah buat saya pribadi:
Saya jadi bisa fokus dgn bayi shena hingga shena sudah mulai banyak menggunakan pikirannya ketimbang insthink baby new born nya...

Sejujurnya..
Memang masih ada sedikit harapan agar kebijakan itu berlaku kembali...
Tapi Gimana caranya yaa... biar semua pihak sama2 enak? Apakah dgn kembalinya mentri keuangan dgn rencana kebijakan pemangkasan biaya belanja pegawai merupakan jawaban dari harapan ini? (Cuuusssss tanya dalam doa lg karena Hanya Allah Yang Maha Sayang, sayangNya tak terbilang, Allah Yang Maha Pengasih tak pernah pilih kasih, Allah Yang Maha Tau tanpa diberi tau)

#someday

Wednesday, August 3, 2016

Balada sang Anak Menantu di Pondok Indah Mertua

Sajen tuk kami org dusun yg pulang kota

Sangat mencurigai adanya persekongkolan antara misua dengan mertua untuk menggagalkan salah satu resolusi 2016 yaitu merekondisi body..

Saban pulkam ke rumah opung & nenek selalu alwys gak pernah never pasti absolutly SAJEN nya beginian..
*mie ayam+martabak telor+martabak manis coklat kacang wijen+makanan rumahan yg kadang diganti2 sama menu nasdang/pecel lele/paket nasi mc.d+cemilan+eskrim ember-an MENU WAJIB buat menyambut kami yg dari dusun (padahal kita mah gk pernah bilang klo di dusun jarang menjamah begindangan karena udah males ngayap krn kasur dan yg di atasny posesip bet satu sama lain gak mau lepas, emang dah namanya emak emang slalu tau bet anak nya yg walau udah punya anak sekalipun tetep ajah piling nya kuat bet tuk menghapus dahaga jejajanan)

Alhamdulillah
Makasi nenek nya shena yg slalu ingetin opung nya shena tuk membelikan sajenan ini.. Biar shena bisa kut mam juga lewat mamaknya yg belon boleh kurus..
Dan biar papah nya shena juga biar nemenin bininya agar tetep buncit cekcih teruuuusss..

Masa Orientasi KaRaGIA dengan kota Bandung part I "kawasan Asia-Afrika"

Malem ini terlanjur menstrim, niat hati mau dinner eh ternyata resto2 sekitar hotel pada tutup (merasa heran bingung katrok,awal nya kami kira ni toko2 nya udah kyak anak perawan aje abis magrib udah pda konci2 eh ndak tau nya ada car free night tooh makanya udah pda tutup..

so kami pun kebawa arus globalisasi malam ini #halah

Keliling2 jalan Braga dilanjut Bolak balik gedung KAA-mesjid raya

Malem mingguannya jadi buat latihan ke yg lagi di siarin di tipi..
#inshaAllah
#aaamiin
#surelysomeday

Tetumbenan misua biarin tipi nontonin kitah..
Setelah plis..plisss..plissss minta dibiarin disetelin ampe pagi siaran langsung dari masjidil harram biar bisa kebawa mimpi ke sini bareng2 daaaannn...alhamdulillah misua acc.. Tipinya dibiarin nyalah terus2an

Senengnya lg td sempet ada percakapan, jadi kapan kita ke sana (kasi kode ke tipi).. Misua senyum hangat seraya ngejayus "tukang haji naek bubur"

Gpp..kok umroh dlu sembari nunggu saatnya ibadah haji #sembarimegarmegarkegirangan
#udahkepedean
#udahkedemenan

Girang bet udah ada tanda2 kode2 dari misua..

Btw makasi ya manteman yg udah pada melantunkan nama KARAGIA di hadapan Ka'bah alhamdulillah syudah mulai ada tanda2 kekuasaanNya..

Biasanya misua klo ditanyain ke tanah suci, doi malah kasi ide ke negeri paman sam & negeri alpen dulu syajalah..

Percaya atau tidak, yg saya yakini ada sebuah energi magnetik yg begitu dahsyat jikalau ka'bah mendengar sebuah nama disebut disana, maka ka'bah akan merindukan kita dan menjadikan kita sangat ingin ke sana..

Itu lah yg kini sering disebut pergi ke tanah suci bukan lagi krn jika mampu saja tetapi karena mampu & MAU.
Karena kini gak hanya ada yg mau tapi belum mampu tapi banyak juga yg mampu tp belum mau..

Suara Konsumen: Hotel Mirah Bogor

Seminggu kali ini judulnya klasik "When someday became the day.."
Alhamdulillah...

Oiyak numpang cerita nih kita..
Dahulu kala suatu kali pernah ke kawasan wisata kuliner ini udah macet2 gak dapet parkiran lah.. Gak dapet tempat duduk.. Tapi kagak pake mencak2 ngeluh di medsos melainkan kami komat kamit baca mantra:
Ya Allah suresomeday moga bisa nginep di hotel dekat sinih pengen nya lagi di hotel mirah supaya enak kemana2 cuman jalan kaki doang.. Jadi puas wiskul nya.. Aaamiin..

Alhamdulillah ternyata updet/posting di doa lebih faedah ketimbang di medsos..

*kali ajah kebiasaan baca mantra yg sering kami lakukan klo lg 'gemes' ma suatu hal Mungkin bisa jadi ide buat wankawan ya ketimbang di medsos cuman diliat bisa ditambahin pake cibiran atau mungkin ditambah dgn dikepoin tapi bisa juga sih malah jadi media numpang curcol di lapak kitah..*

Suara konsumen : Gado-gado Kartika

Akhirnya kesampean ngeladenin rasa penasaran kami..
Setiap mw cek-in path di kawasan PI & pondok indah keluar mulu lokasi "Gado2 Kartika" awalnya kirain kebetulan doang, nah pas hamidun ngidam gado2 tp mw nya yg pualing uwenak sealam semesta keluarnya gado2 kartika..
Pas cek lokasi mencurigakan krn TKP nya di ruko yg nampak nya sepi (padahal ternyata emang udah abis)

Then baru sekarang nyobainnya, dan kesimpulannya:
Iyak bener kata netizen2 enak tapi harganya lumayan tuk porsi yg segitu doang trus yg beli waw kinclong2 cemuah..ruuaammme Berbagai rumpun numplek di marih.

Naaaaahhhh... ada niiihhh saran laen klo mw nikmatin sensasi kaya gini dengan ramah kantong tp sedikit usaha ke polosok pinggiran jakarta di ciracas dgn harga yg tentunya jaaaauuuuuuhhh di bawah ini (1porsi disini = 1/2 porsi di ciracas. Harga 1porsi di sini = dapet 3 porsi di ciracas)
Contoh nya di ketoprak paradise cipayung & mas nanang munjul (pindahan alpamidi ciracas)..
Bumbunya lebih legit n berlimpah ruah.. Rasa & prosinya juga ruuuuaaarrr biasah beraninya..

Dirgahayu ke 1 bayi shenasaliha karagia imom

27 april 2016 tidak hanya hari yg spesial buat bayi shena.. Tapi juga sangat terspesial bagi kami..

Karena pada tanggal 27 april 2015 kami memulai babak baru dalam kehidupan kami...

Ah kalo inget2 betapa subhanallah walhamdulillah waAllahuakbarnya our imom saat itu bawaanya pen melahirkan terus..jaitan kering..sung cus didedel lagi ..jait lagi dedel lagi... Gitu ajah terus biar bisa ngerasain terus sensasi saat itu..tapi klo inget program2 nya setiap anak? yak emmm... Kami coba ikhtiar dlu untuk memberikan hak2 setiap anak lewat program2 yg harus kami jalanin..

Aacch!! Lagi2 mesam mesem ndiri ampe body eh idung megar2..
Aduhayhay bet Berasa kaya dihamilin sama kapten amerika...  (Bomat ah dikata lebay..malah kenyataan yg terjadi saat itu emang cinta & sayang doi lebay bet) kalo kata orang2 doi lg kena syndrom new papa jadi lebay gitu.. Wah klo enak kaya gitu mah gpp dah terus2an doi kena syndrom new papa.. Aaamiin..

Alhamdulillah tak terhingga untuk 1tahun ini ya Allah.. Bismillah untuk tahun2 berikutnya...