Tuesday, October 10, 2017
Pembantu Rumah Tangga On Duty
Monday, October 9, 2017
Salon ++ KaRaGIA
Tahun baru = style rambut baru
Resolusi salon ++ karagia di tahun 2017 : moga di tahun ini dan tahun2 selanjutnya salon ny.karagia bisa makin nambah variatif lagi dalam pelayanan ++ nya pada pelanggan setia nya yg baru dua yaitu tuan karagia + nona neng utet karagia aaamiin..*
Note: klo liat style rambut misua & neng utet eike acakadut slama ni, itu semua krn ulah mamak karagia, arap maklum.
Monday, December 26, 2016
Hi problems i have a Big GOD !
"Hi problems i have a Big GOD" adalah 'mantra' yang ampuh ketimbang keluhan "Hi God i have a Big Problem" dalam setiap tantangan kehidupan saya yg serba 'terlanjur basah' yaap.... terlanjur basah adalah idiom yg mampu menggambarkan perjalanan hidup saya dari saya duduk di bangku sekolah hingga saya sekarang ini dan jikalau ingin mencari padanan pribahasa yg tepatnya seperti ini what all happened in me, because its all about the way from God. Saya akan runut peristiwa hari ini hingga kebelakang (masa lalu);
Saya menjadi salah satu peserta bimtek Penerjemahan lisan yang diselenggarakan oleh Sekretariat Kabinet RI pada bulan November 2016 lalu di Hotel Savero Golden Flower Bogor dengan pesertanya hanya 20 orang terpilih dari seluruh Penerjemah Pemerintah RI di seluruh NKRI dimana sensasi pendidikan dan pelatihan nya Subhanallah Allahuakbar bangettttt maakkkkk!!! pokonya setiap detiknya di kegiatan ini tuh pas banget dah kalo pakai soundtrack lagu anak2 "Aku Bisa, Aku Pasti Bisa!" sama lagu kebanggaannya civitas academia Makara Universitas Indonesia yaitu "Totalitas Perjuangan", dan saya bisa mencicipin sensasi syuper ini karena saya terlanjur basah menjadi peserta bimtek lisan di tempat ini dan pada tanggal ini pula di tahun lalu. Sangat tidak menyangka, padahal bimtek tahun lalu saya bawa bayi 6 bulan yang baru mengenal MPASI homemade dan masih ASI skin to skin setiap saat sang bayi butuh ASI. Jadi harus sering keluar kelas 1 jam sekali untuk nengok bayi ke kamar.
Saya menjadi peserta bimtek lisan tahun lalu karena saya terlanjur basah menjadi penerjemah pertama. Padahal dahulu sering bilang tidak mau pada pimpinan dan senior karena tidak berkompeten, tapi karena satu dan lain hal jadilah mengajukan pemberkasan untuk ikut impassing penerjemah.
Saya menjadi penerjemah pertama karena saya terlanjur basah menjadi PNS sebagai calon penerjemah. Padahal pengennya jadi PNS staf biasa ajah karena biar bisa mengerjakan tugas yang biasa-biasa ajah dari pimpinan.
Saya menjadi PNS sebagai calon penerjemah karena saya terlanjur basah mendaftar CPNS dengan formasi penerjemah bahasa Arab. Padahal pernah memberikan pernyataan pada dosen pembimbing akademik tidak ingin mempelajari tentang penerjemahan apalagi jadi penerjemah. Oleh karena itu, saat mengetahui saya lulus CPNS sebagai penerjemah yang pertama kali terfikirkan oleh saya bersimpuh meminta maaf pada dosen PA dan pensiun dini.
Saya mendaftar CPNS dengan formasi penerjemah bahasa Arab karena saya terlanjur basah menjadi lulusan Fakultas Imu Budaya sastra Arab UI Angkatan 2006 wisuda 10 Januari 2010. Padahal mata kuliah bahasa Arab saya paling tinggi nilainya B- dan dari 144 SKS mata kuliah yang saya ambil 85% tentang sejarah, sosial, budaya, politik Timur Tengah.
Saya menjadi mahasiswi FIB sastra Arab UI selama 3,5thn dengan skripsi penjurusan sejarah dan politik Timur Tengah karena saya terlanjur basah lulus SPMB tahun 2006 dengan pilihan pertama saya jurusan sastra Arab UI. Padahal yang saya isi dari rumah Sastra Rusia UI tapi saat mau menyerahkan ke panitia saya tarik lagi kertasnya lalu saya ubah menjadi sastra Arab UI sebagai pilihan pertama saya.
Saya lulus SPMB tahun 2006 karena saya terlanjur berkata pada hati saya “liat ajah pokonya saya akan tunjukan pada guru saya yang telah melebel saya sebagai orang yang tidak berbudaya karena tidak cakap dalam berbahasa, kalau saya bisa merubah label yg beliau berikan pada saya, gimana caranya pokonya saya harus berusaha untuk bisa, apapun hasilnya yang penting saya sudah berusaha…coba terus coba sampai saya bisa..saya pasti bisa!!!”. Padahal dalam hati kecil saya berkata “apa iya saya bisa? karena bagi saya menghafal dan memahami rumus reaksi oksidasi dan memahami konsep sejarah lebih mudah dari pada menghafal dan memahami rumus gramer serta konsep kalimat”
Saya bertekad demikian karena saya terlanjur menjadi anak yang tumbuh dan berkembang dengan bahasa A atau bahasa Ibu yang beraneka ragam karena masa kecil saya, saya menjadi ‘sebenar-benarnya titipan’ (titipan Allah yang dititipkan ke sanak saudara serta tetangga yg menggunakan beragam bahasa). Hal ini membuat saya terbentuk menjadi individu yang sering menzolimi bahasa.
Terlanjur basah adalah jawaban sederhana yang saya gunakan saat ditanya pertama kali oleh dosen sekaligus Pembimbing Akademik saya di jurusan sastra Arab UI, ketika orientasi Mahasiswa Baru “kenapa menjadi mahasiswi sarab ui 2006?”, luar bisanya setelah mendengar saya berkata demikikan, beliau menyikapi dengan bijaksana “kalau udah terlanjur basah terus ajah berenang sampai ketepian walau harus merambat di pinggiran kolam, yang penting jangan beranjak sebelum sampai ke ujung kolam, karena kalau kamu beranjak yang kamu dapat hanya masuk angin semata”. Bagai setitik hujan yg memecah batu karang, dari saat itu, poin2 yg saya sebeutkan di atas, saya mulai periksa kembali lalu saya perbaiki niat di setiap poin nya, kemudian the best perform di hadapan Allah, walau kadang ada gundah gulana pada setiap tantangan yang datang menerjang tapi tetap terus coba tunjukan pada Nya kalau saya ingin termasuk menjadi golongan hamba Nya yang bersyukur supaya Allah senang sama usaha saya lalu Allah menilai saya layak mendapat segala nikmatNya baik yang saya ingini maupun yang Allah kehendaki, perkara hasil biar Allah yang urus, serahkan semuanya kepada Allah, apapun hasilnya syukuri dan terus evaluasi diri. Karena sejatinya menikmati proses kehidupan itu sederhana cukup berdamai dengan masa lalu, perbaiki niat/mimpi/harapan/cita-cita, usaha, doa, berserah, dan bersyukur. Yang bikin hidup jadi drama itu karena menambahkan adegan berharap hanya sebatas kata tanpa usaha, sibuk mencari semut di sebrang lautan, mengabaikan gajah di hadapan wajah, serta asik mengeluh.
Walau kemampuan berbahasa saya tidak sejago teman-teman penerjemah pemerintah Indonesia namun saya ingin bermanfaat untuk masyarakat banyak. Untuk itu mulai saat ini apapun tantanganya manfaatkan itu kemudian jadilah bermanfaat. Saat saya mengatahui kelemahan saya maka saya harus terus mengolahnya menjadi kekuatan saya, minimal kekuatan untuk bangkit kemudian mencari pintu kesempatan yang lain. Saya pun memilih untuk memfokuskan pada penerjemahan bahasa berkebutuhan khusus dimana Juru bahasa Isyarat menjadi pilihan saya untuk saya jadikan ladang amal saya di dunia sampai akhirat.
Alasanya saya tertarik dengan bahasa isyarat dilihat dari kedekatan emosional, ketika tahun 2009-2011 (saat saya masi kuliah semester akhir) saya mengajar di Sekolah Semut-semut the Natural School yang memiliki guru dan murid yang heterogen, disana saya memahami kalau setiap anak itu unik dan disana banyak sekali anak2 yang beda dengan anak seperti biasanya saya lihat sehari2, sehingga saya sangat senang bermain dengan anak2 berkebutuhan khusus di sana, sampai akhirnya saya diberi tugas special untuk melatih nari salah satu murid perempuan tuli yang subhanallah hebatnya, saya diberi tantangan untuk mengeksplor kemampuan murid perempuan tuli ini yang ternyata kemampuan menarinya lebih baik dari pada teman-temannya yang dengar. Saya takjub entah gimana caranya dia bisa menari tradisional (saman) dengan sangat baik. Disetiap latihan bersamanya saya selalu mencoba membayangkan berada diposisinya, saya selalu bertanya2 bagaimana keadaan dia saat dewasa nanti? Seraya berdoa agar dia selalu berada dan dikelilingi oleh orang2 baik dan menjadikan dia lebih baik dengan mampu melihat kelebihannya tanpa mempersoalkan kekurangannya. Saya merasakan ada diposisi orang lain saya tidak mau menunggu sampai saya merasakan apa yang orang lain rasakan, karena bagi saya benar adanya jika pengalaman orang lain adalah guru yang tidak pernah marah. Saya memutuskan untuk bergerak melakukan perubahan semampu saya sebelum saya merasakan pengalaman orang lain rasakan, cukuplah pengalaman mereka menjadi pelajaran berharga saya untuk bersyukur dengan berusaha menjadi salah satu bagian dari penggerak perubahan hidup yang lebih baik.
Tahun 2013 sebelum saya mengajukan permohonan pengangkatan jabatan fungsional penerjemah, saya mengetahui bahwa salah tupoksi utama penerjemah pemerintah Indonesia adalah menerjemahkan bahasa asing ke bahasa Indonesia dan sebaliknya, saat memahami makna yang tersurat tersebut maka saya berfikir akan makna yg tersirat, saya mencari tahu apa yang dimaksud dengan bahasa asing itu kepada pimpinan sekretariat Negara yang pada saat itu jabatan fungsional penerjemah masih dipayungi oleh setneg RI. Hasil diskusi pun menghasilkan secercah harapan indah untuk saya, yaitu bahasa isyarat termasuk kedalam bahasa asing yang butuh diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sehingga masuk kedalam tupoksi Jabatan fungsional penerjemah. Dari sini mulailah mencari tahu tentang penerjemah bahasa isyarat.
Tahun 2014 ketika saya diangkat menjadi penerjemah pertama pada Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan MA-RI sampai tahun 2015 saya berusaha untuk menjadi penerjemah bahasa Isyarat sekaligus ingin mengembangbiakan juru bahasa isyarat di setiap sektor publik pemerintahan. Ikhtiar saya diawali dengan meminta bantuan pada setneg RI untuk memfasilitasi penerjemahan bahasa isyarat, namun nampaknya progressnya akan terasa sangat lama sehingga kasian masyarat tuli jika proyek bahasa isyarat ini hanya statis di setneg saja, karena saya faham mereka masih banyak pekerjaan rumah tangga mereka yang masih harus mereka benahi. Untuk itu lah mulailah saya mencari info tentang pihak-pihak yg berhubungan dengan bahasa isyarat. Pihak yang pertama kali saya temui untuk berkonsultasi dan berkoordinasi yaitu LRBI UI untuk menanyakan tentang permasalahan bahasa isyarat Bisindo dan SIBI namun mereka belum bisa memberikan solusi dari kekhawatiran saya jikalau perbedaan pendapat SIBI dan Bisindo masih terus berlangsung, maka saya bingung mau mempelajari yang mana untuk saya jadikan metode dalam penerjemahan saya ketika nanti saya bertugas menjadi penerjemah dan pelatih bahasa isyarat di pengadilan. Jika saya menggunakan Bisindo seperti yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia pada umunya, saya hawatir nanti dianggap sebagai abdi negara yang tidak sesuai dengan amanat pemerintah. Tapi jika saya menggunakan SIBI agar mendukung program & produk pemerintah RI saya pun hawatir jikalau nanti banyak orang berperkara di Pengadilan banyak yang tidak mengerti SIBI karena tidak semua orang tuli bersekolah di SLB sebagai tempat pengajaran SIBI. Untuk itulah saya mencari info dari pihak yang berkompeten dalam menangani problematika bahasa isyrat di Indoesia. Saya pun bertanya pada kementrian sosial ternyata di kemensos tidak berwenang dalam juru bahasa isyarat, sempat patah semangat hingga akhirnya disarankan oleh pihak kemensos untuk mencoba berikhtiar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nasional yang bertugas menangani kebahasan di seluruh Indonesia.
Tahun 2016 target saya yaitu menghadap dan berdiskusi dengan pimpinan Badan Bahasa serta pejabat kementrian pendidikan dan kebudayaan yang berwenang lainnya dalam menangani bahasa isyarat. Namun saya berfikir jika saya datang menghadap ke ruangan pejabat tinggi di kementrian pendidikan dan kebudayaan Pada 10-26 Maret 2016 tibalah kesempatan saya untuk mengajukan usulan pada pimpinan badan bahasa kemendikbud di dalam kegiatan diklat penerjemah tulis yang diselenggarakan oleh PPSDK Badan Bahasa untuk mengajukan saran agar Badan Bahasa atau pihak yang berwenang di Kemendikbud mampu mengatasi problematika SIBI dan BISINDO serta mengajukan saran agar menasionalkan bahasa isyarat Indonesia dan memberikan porsi yang lebih besar untuk mengkaji bahasa isyarat daerah di kantor/Balai bahasa di daerah. Alhamdulillah pimpinan Badan Bahasa Kemendikbud sangat responsive dan bergerak cepat atas saran saya tersebut dengan mengajak duduk bersama antara SIBI dan Bisindo di Kantor Badan Bahasa Rawamangun Jak-Tim. Ikhtiar saya pun ternyata bersinergi dengan perjuangan teman2 tuli untuk mendapatkan hak nya setelah sekian lama hanya dituntut menunaikan kewajibanya sebagai warga Negara Indonesia yang baik yaitu dengan diterbitkannya UU. Nomor 8 tahun 2016 tentang difable menjadi pijakan hukum bagi masyarakat tuli untuk mendapatkan hak nya sebagai warga Negara yaitu mendapatkan pelayanan juru bahasa isyarat di sektor pelayanan pemerintahan.
Berlakunya UU. No. 8 tahun 2016 menjadikan komunitas tuli semakin semangat dalam memperjuangkan Hak nya melalui sosialisasi hukum bagi masyarakat tuli yang akhirnya sosialisasi ini sampai ke pimpinan diklat Mahkamah Agung RI. Buah dari usaha teman-teman tuli itulah yang menjadikan proposal proyek juru bahasa isyarat di pengadilan yang saya ajukan sejak tahun 2014, akhirnya tahun 2016 proyek juru bahasa isyarat diterima oleh pimpinan Mahkamah Agung untuk dijadikan penelitian di tahun anggaran 2017 sehingga hasil penelitiannya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pimpinan tertinggi MA-RI untuk memutuskan suatu kebijakan dan peraturan baru yang mendukung hak teman tuli di seluruh tanah air Indonesia di tahun yang akan datang dengan mengadakan diklat guna memproduksi Juru bahasa Isyarat di Pengadilan. Namun faktanya berdasarkan hasil keputusan rapat evaluasi pusdiklat teknis pada tanggal 15-18 Desember 2016 bahwasanya anggara untuk diklat di tahun 2017 sebagian besar dialokasikan untuk diklat calon hakim, oleh karena itu diklat untuk bahasa isyarat di pengadilan tidak dapat masuk ke dalam rencana kegiatan diklat Mahkamah Agung RI dalam waktu dekat, karena masih banyak diklat sertifikasi teknis peradilan yang masuk ke dalam daftar tunggu sesuai dengan skala prioritas. Masalahnya tuntutan masyarakat akan kebutuhan juru bahasa isyarat semakin mendesak untuk direalisasikan demi tercapinya lembaga peradilan yang agung yaitu pengadilan yang modern dan profesional maka solusi yang terfikirkan oleh saya yaitu meminta lembaga bangtuan pendonor untuk mengadakan diklat juru bahasa isyarat di pengadilan, salah satunya yaitu ke Sustain UNDP untuk meminta kerjasama diklat pengembangan SDM staf Peradilan berupa diklat juru bahasa isyarat di pengadilan dengan Pusdiklat Menpim Mahkamah Agung RI pada tanggal 19 Desember 2016 di Le Meridien Hotel Jakarta. Besar harapan saya untuk ada kesempatan menyegerakan juru bahasa isyarat di Pengadilan guna merealisasikan visi Mahkamah Agung RI yaitu menuju peradilan yang Agung.
www.indonesian-hijabblogger.com
Tuesday, November 15, 2016
"Proyek Hijaiyah" pembelajaran aksara Arab sebagai awal pembelajaran bahasa Arab (Pembantu Rumah Tangga ala Mamahnya bayi shenasaliha karagia imom)
Arab maklum
Cakep nerrr dah kerjaan taon enih:
Ngajar "mengenal huruf Hijaiyah pada pegawai non Muslim, sebagai langkah awal mengajarkan bahasa Arab" di kantor.
Point nya dapet..
koint nya juga dapet..
Ilmu yg bermanfaat sbg bentuk pertanggungjawaban izasah S1 Sastra Arab & SK penerjemah bahasa Arab inshaAllah juga dapet..
Dan yg paling aye demen, media ajar atau alat peraga tuk ngajar nya bisa sembari buat maen nya bayi shena dkk. Ayyeeeyy!!!
Jadi semangat berburu all about huruf hijaiyah..
Surelysomeday..
Media ajar/alat peraga nya bisa masuk pengadaan dari anggaran negara aaamiinn..
Bismillah..
Dimulai dari ngajar pegawai2..
Lanjut ngajar di kelas salah satu diklat..
Then The big goal is..
Ngajar huruf hijaiyah pada diklat bahasa Arab..
(Tetep ye maaaakk nyanggupnya cuman ngajar pengenalan huruf hijaiyah.. Secara aye pan PENERJEMAH ARAB MAKLUM yg gak mau nyerah gitu aja dengan segala keterbatasannya)
#beranimimpi
#tekadusaha
#tawakalinaja
Tips & Trik anak ceria tanpa gadget pada bayi shenasaliha karagia imom
Aktipitas di perjalanan:
Salah satu ide berkegiatan diperjalanan tanpa gadget & dodot..
Ikat berbagai jenis maenan anak yg aman & yg sesuai dgn usianya di tempat & dgn cara yg tidak membahayakan anak & orang2 disekelilingnya.
Kemudian Ikut lah bermain bersamanya, misalnya dgn cara mengajak bercerita, bercanda, bernyayi & yel2 bersama
Karena kata pakar parenting, buatlah anak anda fokus karena kegiatan bukan membuat anak anteng terdiam.
Karena anak anteng mencurigakan, waspadailah.. Anak anteng Bisa krn bengong..bisa karena asik dgn imajinasinya yg membahayakan atau bahkan bisa karena memang anak sedang dalam keadaan membahayakan (bisa pingsan atau bisa juga lg asik dgn hal2 yg membahayakan fisik & psikologisnya)..
#ikhtiar
#programkeluargaberencana
#proyekgoldenage
#mensyukurititipanNya
#nawaitulillahitaala
Anak Nomaden pada bayi shenasaliha karagia imom
Yups pernah ditanya juga hal itu.. Tapi ternyata ada penjelasan rincinya itu cyin. Alhamdulillah ada strategi & solusinya dari resiko itu..
Benerr bet emang setiap dsa pasti slalu pokus di ibu nya yg tuk jaga ksehatan. Karena nanti semua akan mengikuti.
1. gak baik buat psikologis klo pindah2nya tidak rutin, ex: pindah2 kontrakan benar2 tempat yg baru dgn orang2 yg baru.. Itu bahaya buat bayi hingga sampai usia remaja sekalipun
2. Gak baik buat kesehatan, Kalo capek dan membosankan.. Alhamdulillah krn lawan arus jadi waktu tempuh biasanya hanya 30menit. Strateginya: baby massage setiap mandi/diperjalanan & makan-minum-istirhat yg oke setiap harinya.
Nomaden: megamendung-ciracas-pondok pinang
Tulisan ini dipersiapkan untuk:
Kepo deh tih..
Kok lu bisa si senin ma jumat ga ngantor=-)
Singkat cerita, sebelum gw ketemu ma laki gw ni.. Sat gw masi jomblo gundah gulana gw yg awalnya ogah jadi penerjemah krn males bet liat tupoksinya solanya gw kan penerjemah ARAB MAKLUM yg lulus kuliah bahasa arab nya krn kasih sayang dosen2 nya.. Nilai B tuk mata kuliah bahasa arab di transkip nilai ajah kagak ade.. Dibawah B semua.. Makanya rekan2 kerja sekaligus pimpinan gw jadi bingung kenapa gw jadi mengajukan pindah ke penerjemah yg tempat kerjanya terpencil & terbelakang yaitu di lab.bahasa kantor dengan alasan supaya bisa jagain anak krn kerjaanya bisa kapan ajah dimana ajah.. Dlu gw bilang gtu ma pimpinan eh mereka ngetawain katanya belon punya pacar tp pikiran udah punya anak ajah. Tp gw ttep kekeh ngajuin pindah dari wkt ntu krn gw yakin klo gk dari saat itu pasti akan telat semuanya..
Saat ketemu laki gw, gw juga bilang kya gtu.. Gw bakalan jd bahan omongan nantinya krn jalan yg gw ambil itu.. Eh laki gw malah bilang kebetulan, emang doi lg nyari emak dari anak2nya bukan nyari wanita karir.. Kayaknya karena rencana gw ntu dah alasan doi kenapa doi mau sama gw..hehhehe..
So..sebelum nikah,doa & usaha gw diijabah Allah..gw bisa pindah ke lab.bahasa.. Abis nikah gw resmi pindah trus hamil.. Trus gw jalanin proses ini sbg janji gw sama Allah akan tujuan gw pindah ke lab.bahasa jadi penerjemah.. Awal2 pindahan ke lab.bahasa rada punya rasa gimanaaaaa gitu belom bisa enjoy, mungkin masih belum bisa dan terbiasa kali yaak.. Belon lagi ceng2a, cibiran, dan komen2 org yg rada nyiyir bikin gemeees... Setelah Dua minggu berlalu dengan kegundah gulanaan karena pindah ke lab.bahasa alhamdulillah Allah kasih kepercayaan tuk menitipkan proses hamil pada kami (karena suami juga berasa hamil saat shena di kandungan) Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.. Segala sesuatu itu pasti terdapat tanda2 kekuasaan Allah bagi kaum yg berfikir..
Alhamdulillah selama hamil dikasi sunatullah yaitu ahnan alawahnin : selemah2 nya wanita lemah.
Selama kehamilan kondisi fisik drop..nikmat sakit datang silih berganti seakan tak mau pergi,selalu saja menghampiri.. Dan terntata hikmah dibalik kepindahan ke lab.bahasa ini pun terjawab di dalam proses ini.. Jadi bisa full istirahat dan fokus sama kehamilan tanpa dibebani tanggung jawab pekerjaan.. Intinya apapun yg terjadi ibu hamil mesti kudu wajib happy.. Karena dengan happy tanda kita bersyukur, klo qta bersyukur pasti Allah akan menambah nikmatNya pada kita..dan ingat nikmat itu bukan hanya berupa materi yaaa... Salah satunya nikmat nomaden di saat kehamilan..berkumpul menghabiskan waktu bersama kelurga kandung & mertua dengan suka cita..
Setelah lahiran, hanya sementara menetap di ciracas (1bln), setelah buka jaitan dan agak mendingan, demi mensyukseskan salah satu program the golden age yaitu program ASI ekslusif maka suami memboyong ke rumah nya di pondok pinang (karena jujur, keluarga ciracas gak ada yg mendukung program ini, karena mereka menolak kebenaran akan manfaat & dampak ASI untuk anak)
Saat cuti mau habis kami mulai galau gimana kelanjutan program golden age ini..
Terus terang..kami gak munafik dlu pemikiran gw sama laki gw..walapun gw udah punya status itu tp sikon nya gw di jkt & tugas gw berat n banyak.. Gw sama laki gw udah spakat tuk keluar...naahh karena posisinya ternyata tdk demikian, gw kerja di dusun bisa ngontrak deket kantor (klo di jkt gak tw nyanggup pa gk dgn biaya & gaya idup ibu kota) dan kerjaan gw fleksibel bisa kapan pun & dimanapun dikerjakan, gak menyangkut hajat hidup org banyak pula..makanya gw sama laki gw sepakat tuk nomaden..tujuannya selain tuk jagain anak sambil kerja, tentunya tuk ngabdi sama ortu (kandung & mertua).. Pilihan nomaden ini memang banyak resiko nya buat fisik & psikis anak..tapi setiap tantangan pasti ada jalannya.. Berusaha meminimalisir resiko itu yg jadi fokus kami.. Apapun sikonnya bersyukur kunci dari setiap solusinya:
Yups pernah ditanya juga hal itu.. Tapi ternyata ada penjelasan rincinya itu cyin. Alhamdulillah ada strategi & solusinya dari resiko itu..
Benerr bet emang setiap dsa pasti slalu pokus di ibu nya yg tuk jaga ksehatan. Karena nanti semua akan mengikuti.
1. gak baik buat psikologis klo pindah2nya tidak rutin, ex: pindah2 kontrakan benar2 tempat yg baru dgn orang2 yg baru.. Itu bahaya buat bayi hingga sampai usia remaja sekalipun
2. Gak baik buat kesehatan, Kalo capek dan membosankan.. Alhamdulillah krn lawan arus jadi waktu tempuh biasanya hanya 30menit. Strateginya: baby massage setiap mandi/diperjalanan & makan-minum-istirhat yg oke setiap harinya.
Intinya kalo gw gak ambil langkah nomaden kaya gini (dengan posisi kerjaan gw kayak gini) trus gw malah nitipin anak jauh dari gw dengan alasan seolah2 gw sibuk kerja atau gw fokus kerja, gw ngeri nanti pasti gw bakalan kena kutuk sama para ibu pekerja yg dengan kondisi kerjaannya terpakasa ninggalin buah hatinya tercinta jauh darinya, yg padahal setiap langkahnya hatinya menjerit melawan ketidakrelaan meninggalkan anaknya tuk pergi bekerja membantu suami membanggakan orang tuanya.. Ya Allah.. Gw gak sanggup tuk melakukan pembenaran atas keegoan gw di hadapan para pejuang syuhada itu..
Gw pun bilang sama suami dengan keadaan sebenar2nya kerjaan gw di kantor tanpa ditutup2in biar seolah2 sok iye gak mau kalah n ngerasa paling oke karena takut disepelekan atau direndahkan oleh suami.. Awalnya suami gw gak percaya masa iyah gw gak ada kerjaannya di kantor dan gak ada yg marah2in (soalnya posisi gw sebelon pindah ke lab.bahasa gw digaji tuk kerja buanyak plus termasuk dimarah2in pula heheheheh)..setelah suami cek sendiri doi pun percaya dan gak rela istrinya meninggalkan anaknya tuk seolah2 bekerja yg sebenarnya kerjaan bisa dikerjakan kapanpun dan dimanapun..
Kami pun berusaha menjelaskan pada keluarga kandung dan besan..
Awalnya mereka sama gak percaya nya dengan suami.. Mereka menganggap itu hanyalah cerita hayalan belaka atau karangan indah yg hanyalah menjadi angan2 belaka..
segala bujuk rayu yg sangat menggoda keyakinan kita dikeluarkan oleh mereka.. Dan usaha mereka menahan kami pun berujung dgn memberikan kesempatan 1bulan tuk coba menjalankan rencana kami.. Alhamdulillah setelah dijalanin dengan enjoy..kami dapat kepercayaan dari mereka tuk jalanin segala program keluarga berencana termasuk program nomaden ini yg menjadi salah satu program untuk mensyukseskan semua program..
One more apapun yg terjadi bersyukur yaaa..
Apa dan siapakah anak bagi orang tua?
Anak itu titipan yg harus dikembalikan
Sejak hamil sampai detik ini, mamah & mama mertua selalu merayu mesra agar anak2 saya dititipkan & dipercayakan pada mereka.. Bahkan sampai mau dibayarin baby sitter segala supaya saya tambah yakin serta tenang kerja nya..
Maafin lahir batin..
Saya untuk saat ini dan inshaAllah seterus nya saya akan terus berusaha menolak tawaran itu..
Bukan..bukan saya mau menolak rezeki dari orang tua, justru saya gak mau keserobot rezeki (anak) saya, klo saya nitipin anak2 saya..
Adapun alasan2 nya yaitu:
1. Karena saya adalah anak kalian
Karena anak saya hanyalah cucu kalian
Dan karena anak nya anak saya hanyalah cucu saya..
Jika raga ini telah berpisah dengan nyawanya maka, hanya doa dari sang ANAK lah yg bisa saya harapkan..
So..apa yg saya lakukan
Menjadi siapapun kelak sang anak:
*Ritual pagi di pondok pinang (kelar nyiapin shena tuk ke ciracas sembari nunggu mamahpapahnya bayi shena siap2, shena nya sarapan sama nenek & maen sama opungnya. Dulu waktu awal2 mamahpapahnya gantian jagain shena & siap2nya, tp kemudian nenek&opung memberi kode pada kita supaya mereka dikasi kesempatan bercengkrama dgn shena sebelum balik ke megamendung tuk obat kangen rindu) kami alhamdulillah pemikirannya cocok sama nenek&opung nya bayi shena : usia senja bukan untuk ngurus cucu tapi ngajak maen cucu. Perjanjian pranikah kami (kesepakatan kami) Kami sebisa mungkin sangat berusaha untuk gk menitipkan pengurusan anak2 kami pada ortu kami alasan klise nya gak mw ngerepotin ortu yg slama ini udah kami repotin. Alasanya hakikinya biar kami puas ngurusnya dan nanti pun anak2 kami pun jg urus anak2 nya sendiri begitu pula keturunan seterusnya inshaAllah aaamiin..




